Produksi Vaksin COVID-19 Adenovirus Rekombinan
Jan.15.2026
Studi kasus ini menggambarkan produksi vaksin COVID-19 menggunakan teknologi vektor adenovirus rekombinan. Proses intinya bergantung pada bioreaktor untuk memfasilitasi kultur sel HEK 293 dan amplifikasi virus, memastikan produksi vaksin yang efisien dan stabil.
Fase Kultur Hulu
Sel HEK 293 pada fase pertumbuhan logaritmik diinokulasi ke dalam bioreaktor menggunakan medium bebas serum CDM4HEK293. Bioreaktor secara tepat mengontrol suhu, pH, dan tingkat oksigen terlarut (DO) untuk memastikan pertumbuhan sel yang seragam. Setelah sel mencapai kondisi optimal (biasanya viabilitas 80%-90% atau kerapatan tertentu), vektor adenovirus rekombinan diinokulasi dengan Multiplicity of Infection (MOI) sebesar 0,5-2. Kultur dipertahankan pada suhu 37℃ selama 48 jam. Selama periode ini, bioreaktor terus memberikan lingkungan yang stabil untuk mendukung replikasi virus secara efisien.
Fase Panen dan Pemurnian
Ketika lebih dari 70% sel menunjukkan Efek Sitopatik (CPE) yang khas, suspensi sel dikumpulkan menggunakan sistem panen terintegrasi dari bioreaktor. Sel kemudian dipelletkan melalui sentrifugasi pada 1000 rpm selama 5 menit, dan virus dilepaskan melalui tiga siklus beku-cair. Pemurnian hulu menggunakan proses kolom sentrifugal untuk secara efektif menghilangkan sisa sel dan protein pengotor, mencapai tingkat pemulihan lebih dari 95%. Bulk virus akhir dengan kemurnian tinggi memenuhi semua standar kualitas untuk produksi vaksin, sebagaimana dikonfirmasi oleh pengujian titrasi virus.
Kesimpulan
Memanfaatkan kemampuan kontrol presisi dari bioreaktor, proses ini mencapai produksi baku dan berskala besar dalam kultur sel dan amplifikasi virus, secara efektif menjamin stabilitas dan keamanan produk vaksin.
|
Produk yang Direkomendasikan |
|||
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
| Bioreaktor yang Digantung | Bioreaktor Mikrokarier | Sistem CIP | Sistem Inaktivasi Gas Buang yang Mengandung Virus Hidup |



